Kamis, 15 Juli 2010

Susi Susanti: Keajaiban di Sudirman Cup Tahun1989.

Apa yang membuat seseorang mempunyai mental juara?
Kenapa seseorang ingin melakukan semua pengorbanan yang berat? Kenapa? Darimana awal datangnya?

Pembentukannya yang keras membuatnya jadi punya mental juara, fisik yang prima, dan juga daya juang yang heroik, bahkan sejak masih di usia sangat muda. Salahsatu bukti kebesaran Susi Susanti adalah kegemparan yang terjadi di Piala Sudirman, Mei 1989 di Istora Senayan...

Banyak orang yang mungkin sulit percaya hal itu bisa terjadi. Dan mungkin ini adalah salahsatu peristiwa paling menakjubkan sepanjang sejarah sport dunia.

Sudirman Cup adalah piala beregu seperti Thomas dan Uber Cup, tapi campuran, laki-laki dan perempuan. Di final Indonesia berhadapan dengan Korea, yang baru saja berhasil mempermalukan raksasa China. Stadion Istora Senayan dipenuhi ribuan pendukung fanatik Indonesia yang mengibarkan-ngibarkan bendera kecil Merah Putih.

Awal yang kurang beruntung bagi tim Indonesia. Malam itu, di dua partai pertama, Indonesia langsung tertinggal 0-2. Pasangan Eddy Hartono / Gunawan dalam pertempuran yang sengit dikalahkan ganda legendaris Korea, Park Joo Bong / Kim Mon Soo 9-15 15-8 13-15. Verawaty Fajrin / Yanti Kusmiati ditaklukan Hwang Hye Young / Chung Myung Hee dua set langsung, 12-15 6-15. Satu partai lagi buat Korea, dan semuanya akan berakhir. Para penonton Indonesia sudah hampir kehilangan harapan.

Di partai ketiga yang menentukan, turun bertanding pemain muda cemerlang, Susi Susanti, umurnya baru 18 tahun. Dia akan melawan Lee Young Suk. Masih begitu muda, tapi nasib Indonesia sudah ada di pundaknya.

Sayang, set pertama Susi dikalahkan dengan angka tipis 10-12. Dan di set kedua, para pendukung Indonesia sudah putus harapan. Susi tertinggal jauh, dari 0-1, 0-5, 0-7, sampai akhirnya 2-10.

Hanya tinggal 1 angka lagi. Semua penonton sudah tertunduk lesu, kita sudah kalah. Beberapa penonton terlihat sudah mulai meninggalkan tempat duduknya. Tapi sesuatu terjadi.

Susi tidak menyerah, dia tidak mengendurkan semangatnya sedikitpun. Malah walaupun ini akan jadi satu angka yang terakhir, justru dia akan bertempur habis-habisan. Pemain Korea itu tidak akan menang dengan seenaknya. Walau hanya 1 angka, Susi akan menunjukkan pada dunia bahwa dia tidak pernah menyerah begitu saja. Dan pelan-pelan, angka Susi bertambah. Satu poin, demi satu poin. Penonton terheran-heran, apa yang terjadi?

Tapi angkanya terus saja bertambah, dan penonton mulai bangkit lagi harapannya dan bertepuk tangan. Perlahan-lahan muncul rasa bangga di hati mereka melihat perjuangan Susi Susanti. Mereka tahu, bahwa walaupun kalah, Susi akan menjadi juara di hati mereka, pahlawan mereka yang tidak pernah menyerah, demi Indonesia.

Tapi angka Susi Susanti terus bertambah, malah makin mendekati angka Lee Young Suk. Pemain Korea itu mulai terlihat gugup, dan penonton Indonesia makin terbakar semangatnya. Apakah mungkin kali ini Susi akan menang?

Dan akhirnya keajaiban pun terjadi! Susi memperkecil ketinggalan angkanya sampai akhirnya dia menyamakan kedudukan, 10-10! Dari 2-10, jadi 10-10! Benar-benar sebuah daya juang yang tiada bandingannya.

Sekarang sudah tidak ada lagi yang mampu menghentikannya. Lee sudah jatuh mentalnya. Dia mungkin juga tidak habis pikir apa yang terjadi. Dengan serang-serangan yang mematikan Susi akhirnya menyudahi pertarungan dramatis itu, 12-10.

Dan di set ketiga, daya juang Lee sudah lenyap. Susi membantai Lee tanpa ampun 11-0, tanpa perlawanan. Ada cerita mengatakan bahwa pimpinan pelatih Korea kalap dan frustasi sampai dia kehilangan akal, menyumpah-nyumpahi Lee Young Suk bahkan memukulnya di depan banyak orang.

Setelah pertarungan ini, seluruh tim Korea kolaps. Tim Indonesia sudah benar-benar diatas angin. Edy Kurniawan menang telak dari Han Kok-Sung 15-4 dan 15-3. Ganda campuran Eddy Hartono / Verawaty menghabisi Park Joo Bong / Chung Myung Hee 18-13 dan 15-3. Indonesia berjaya. Kita menang!

Anda bayangkan Korea yang sekarang negerinya sangat maju, bisa dihancurkan semangatnya oleh para pemain bulutangkis Indonesia.

Minggu, 11 Juli 2010

Malaysia Open Grand Prix Gold : Butet Juara dengan Partner Baru

JAKARTA, Kompas.com - Ganda campuran baru pelatnas Cipayung, Liliyana Natsir/Devin Lahardi Fitriawan meraih gelar juara Malaysia Open Grand Prix Gold, Minggu (11/7/2010).
Ganda Liliyana Natsir/Devin Lahardi Fitriawan setelah setahun ini disiapkan oleh PBSI untuk menggantikan ganda andalan Nova Widianto/Liliyana Natsir. Nova yang telah berumur dianggap tidak bisa mengimbangi Butet yang masih berusia lebih muda.
Di final di Stadium Bandaraya Johor Bahru tersebut, Butet/Devib membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan 3 asal Thailand, Sudket Prapakamol/Saralee Thoungthongkam dalam rubber game 13-21 21-16 21-17 dalam 48 menit.
Dengan keberhasilan Butet/Devin, berarti Indonesia memperoleh dua gelar setelah sebelumnya ganda senior Markis Kido/Hendra Setiawan menjadi juara dengan mengalahkan rekan senegara, Hendra AG/Alvent Yulianto.
Dalam turnamen bulu tangkis Malaysia Open Grand Prix Gold ini, Indonesia meraih dua gelar juara. Sementara tiga gelar lainnya direbut Hong Kong, Thailand dan tuan rumah Malaysia yang meraihnya melalui jagoannya, Lee Chong Wei yang mengalahkan rekan senegara, Wong Choong Hann 21-8 14-21 21-15.
Di babak semifinal, Choong Hann menyingkirkan pemain veteran Indonesia, Taufik Hidayat.
Hasil final lengkap:Yip Pui Yin [3] [HKG]-[HKG]  Zhou Mi [2] 21-16 14-21 21-19
Hendra Setiawan [INA]/Markis Kido [INA]-Hendra AG/[INA] Alvent Yulianto 8-21 21-17 21-12  
Aroonkesorn Duanganong [4]/Varavichitchaikul Kunchala [THA]-Ng Hui Ern/[MAS]  Ng Hui Lin
12-21 21-17 21-13  
Devin Lahardi/Liliyana Natsir [INA]-Prapakamol Sudket [3]/[THA]  Thoungthongkam Saralee
 13-21 21-16 21-17  
Lee Chong Wei [1] [MAS]-[MAS]  Wong Choong Hann [4] 21-8 14-21 21-15

malaysia Open Grand Prix Gold : Kido/Hendra Raih Gelar Pertama

JAKARTA, Kompas.com - Ganda Indonesia, Markis Kido/Hendra Setiawan mengakhiri paceklik gelar tahun ini dengan menjuarai Malaysia d Prix Gold, Minggu (11/7/2010).
Di babak final yang berlangusng di Stadium Badaraya Johor Bahru, Kido/Hendra mengalahkan rekan senegara Hendra Aprida Gunawan/Alvent Yulianto.
Kedua ganda yang merupakan jebolan pelatnas Cipayung ini menunjukkan permainanan yang memikat selama 46 menit. Kido/Hendra menang rubber game 8-21 21-17 21-12.
Di game pertama Kido/hendra kalah cepat 8-21. Namun di game kedua, peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 ini memapu mengembalikan pola permainan mereka. Mereka menang 21-17 dan kemudian merebut game ketiga 21-12.
Setelah memutuskan keluar dari pelatnas Cipayung tahun ini, Kido/Hendra belum meraih gelar juara dari turnamen yang mereka ikuti.

Kamis, 08 Juli 2010

Pelatih China Li Yong Bo: atlet Indonesia lebih bertalenta, namun tidak disiplin

Pelatih kepala tim bulutangkis China, Li Yong Bo mengungkapkan bahwa sebenarnya dari segi talenta dan bakat alami atlet bulutangkis Indonesia jauh lebih baik ketimbang negara-negara lain..

Karena menurutnya, bulutangkis adalah salah satu cabang olahraga yg paling ideal untuk dimainkan dengan ukuran & postur tubuh orang Indonesia.

Olahraga ini tidak begitu memerlukan postur yg tinggi atau pun besar dan kekar untuk menjadi seseorang yg handal memainkannya namun kegesitan, kelincahan dan kecepatan adalah modal utama yg pada dasarnya sudah dimiliki orang Indonesia pada umumnya.. Selain itu sejak dulu cabang ini memang sudah menjadi tradisi, budaya dan hal yg menjadi identitas bangsa ini.

Lalu apa yang membuat prestasi bulutangkis Indonesia sekarang ini menjadi sangat jeblok..?? ia mengungkapkan faktor utamanya adalah justru ketidakmampuan para pengurus mengelola sumber daya & nama besar tradisi bulutangkis itu sendiri, sehingga mereka terkesan terlena serta tidak serius mengembangkan, memantau dan menciptakan program-program terbaiknya demi terbentuknya sebuah sistem pembinaan dan regenerasi yg baik untuk mencetak atlet-atlet bulutangkis kelas dunia lagi..

Dia pun menambahkan bahwa kelemahan utama yg sangat menonjol dari atlet Indonesia adalah sikap disiplin yg sangat rendah serta tidak adanya semangat juang yg besar dan mendarah daging sehingga tidak ada lagi semboyan dalam dirinya Siap mati di lapangan demi kehormatan bangsa.. dari hal tersebut menurutnya sudah bisa ditebak akan seperti apa penampilan mereka saat latihan serta diarena pertandingan, mereka terkesan HANYA MENJALANKAN KEWAJIBAN, MUDAH MENYERAH dan bukan karena panggilan hati untuk berkorban atas nama bangsa dan negara tapi HANYA KARENA UANG...

BWF World Ranking Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 08 Juli 2010

BWF World Ranking
Top 100 Peringkat Atlit Indonesia per 08 Juli 2010

Bulutangkis.com - Tiga tunggal putra Indonesia berada pada 10 besar peringkat dunia berdasarkan peringkat atlit bulutagkis yang dirilis BWF (Badminton World Federation) pada 08 Juli 2010 kemarin. Pebulutangkis Taufik Hidayat seperti pada minggu berada di posisi empat, sementara Sony Dwi Kuncoro dan Simon Santoso memperbaiki posisi pada posisi tujuh dan delapan.

Dionysius Hayom Rumbaka masih berada pada posisi 21 seperti minggu lalu (01 Juli 2010), Andre Kurniawan Tedjono yang baru menandatangani kontrak dengan Flypower turun ke posisi 36 dari posisi 31. Dan Alamsyah Yunus yang tahun ini akan banyak turun pada tournamen internasional memperbaiki posisi naik 2 tingkat ke posisi 60.

Tunggal putri Indonesia masih belum memperlihatkan hal-hal yang menggembirakan. Lima tunggal putri Indonesia masih berada di posisi 20 – 50 besar dunia. Tiga tunggal putri Indonesia yang kini berlaga pada kejuaraan Malaysia Open Grand Prix Gold di Johor, Malaysia belum memperlihatkan prestasi yang menggembirakan. Maria Febe Kusumastuti dan Fransiska Ratnasari kandas di putaran pertama berada di posisi 21 dan 29, naik satu tingkat dari posisi minggu lalu. Sementara Maria Kristin Yulianti kandas di putaran kedua berada di posisi 44, sama seperti pada posisi minggu sebelumnya. Dua tunggal putri Indonesia lainnya, Adriyanti Firdasari dan Lindaweni Fanetri berada di posisi 26 dan 43.

Dua pasangan ganda putra Indonesia lainnya berada di 10 besar dunia. Seperti minggu sebelumnya Markis Kido/ Hendra Setiawan dan Alvent Yulianto Chandra/ Hendra Aprida Gunawan berada di posisi empat dan lima. Sementara dua pasangan lainnya berada di 20 besar dunia Rian Sukmawan/ Yonathan Suryatama Dasuki pada posisi 18 dan Muhammad Ahsan/ Bona Septano pada posisi 20, seperti posisi minggu sebelumnya.

Ganda putri Indonesia Annisa Wahyuni/ Anneke Feinya Agustin memiliki peringkat terbaik saat ini. Annisa/ Anneke berada di posisi 23, mengalami peningkatan dari posisi 25 pada minggu sebelumnya. Dua pasangan ganda putri Indonesia formasi baru Greysia Polii/ Meiliana Jauhari dan Shendy Puspa Irawati/ Nitya Krishinda Maheswari berada di posisi 38 dan 55, masih belum menembus 20 besar dunia.

Pada ganda campuran, pasangan Nova Widianto/ Liliyana Natsir walau tidak berhasil pada dua event super series yang baru lalu (Singapura Terbuka dan Indonesia Terbuka) berada di posisi puncak. Ganda campuran Indonesia lainnya Hendra Aprida Gunawan/ Vita Marissa berada di posisi 4 dunia, sama seperti pada minggu lalu.

Top 100 Peringkat Atlit Indonesia
Tunggal Putra :
4. (4) Taufik Hidayat
7. (8) Sony Dwi Kuncoro
8. (9) Simon Santoso
21. (21) Dionysius Hayom Rumbaka
36. (31) Andre Kurniawan Tedjono
60. (62) Alamsyah Yunus
83. (85) Andreas Adityarman
98. (99) Adnan Fauzi

Tunggal Putri :
21. (22) Maria Febe Kusumastuti
26. (26) Adriyanti Firdasari
28. (29) Fransiska Ratnasari
43. (43) Lindaweni Fanetri
44. (44) Maria Kristin Yulianti
95. (95) Aprillia Yuswandari

Ganda Putra:
4. (4) Markis Kido/Hendra Setiawan
5. (5) Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan
18. (18) Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki
20. (20) Muhammad Ahsan/Bona Septano
47. (45) Luluk Hadiyanto/Joko Riyadi
70. (69) Afiat Yuris Wirawan/Wifqi Windarto
76. (76) Lingga Lie/Fernando Kurniawan
82. (82) Berry Anggriawan/ Muhammad Ulinnuha
98. (98) Candra Wijaya/Rendra Wijaya

Ganda Putri :
23. (25) Annisa Wahyuni/Anneke Feinya Agustin
28. (30) Shendy Puspa Irawati/Meiliana Jauhari
31. (33) Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari
38. (39) Greysia Polii/ Meiliana Jauhari
51. (51) Dewi Komala/Keshya Nurvita Hanadia
56. (55) Shendy Puspa Irawati/ Nitya Krishinda Maheswari
66. (69) Vita Marissa (INA)/ Mona Santoso (USA)
81. (82) Nadya Melati/ Devi Tika Permatasari
87. (88) Vita Marissa (INA)/ Saralee Thoungthongkam (THA)
89. (90) Della Destiara Haris/ Suci Rizky Andini

Ganda Campuran :
1. (1) Nova Widianto/Liliyana Natsir
4. (4) Hendra Aprida Gunawan/Vita Marissa
13. (14) Fran Kurniawan/Pia Zebadiah Bernadet
36. (38) Muhammad Rijal/Debby Susanto
38. (40) Flandy Limpele/Cheng Wen Hsing [INA/TPE]
45. (46) Devin Lahardi Fitriawan/Lita Nurlita
68. (70) Okvana Viki Indra/Gustiani Sari Dewi
74. (75) Ahmad Tontowi/Richi Dili Puspita
87. (87) Tontowi Ahmad/ Greysia Polii
98. (98) Devin Lahardi Fitriawan/ Liliyana Natsir

Keterangan :
( - ) : Turun peringkat
( +) : Naik peringkat
(Baru) : Pemain yang baru masuk 100 besar.

Draw Malaysia Grand Prix Gold babak perempat final

Stadium Bandaraya Johor Bharu - 1
  1.Starting at 6:30 PMXD
Prapakamol Sudket [3][THA]
Thoungthongkam Saralee[THA]
-
[MAS] Tan Wee Kiong [8]
[MAS] Woon Khe Wei



  2.Followed byWD
Aroonkesorn Duanganong [4][THA]
Varavichitchaikul Kunchala[THA]
-
[JPN] Eto Rie [7]
[JPN] Wakita Yu



  3.Followed byWS
Yip Pui Yin [3][HKG]
-
[MAS] Tee Jing Yi



  4.Followed byMS
Lee Chong Wei [1][MAS]
-
[INA] Tedjono Andre Kurniawan [8]



  5.Followed byMD
Koo Kien Keat [1][MAS]
Tan Boon Heong[MAS]
-
[MAS] Mak Hee Chun
[MAS] Tan Wee Kiong



Stadium Bandaraya Johor Bharu - 2
  1.Starting at 6:30 PMWS
Chan Tsz Ka [8][HKG]
-
[MAS] Wong Mew Choo [4]



  2.Followed byWS
Matsutomo Misaki[JPN]
-
[HKG] Zhou Mi [2]



  3.Followed byMS
Jayram Ajay [14][IND]
-
[HKG] Chan Yan Kit [7]



  4.Followed byWD
Zhang Dan [5][MAC]
Zhang Zhibo[MAC]
-
[THA] Amitrapai Savitree [2]
[THA] Munkit Vacharaporn



  5.Followed byWD
Chan Tsz Ka[HKG]
Chau Hoi Wah[HKG]
-
[MAS] Ng Hui Ern
[MAS] Ng Hui Lin



Stadium Bandaraya Johor Bharu - 3
  1.Starting at 6:30 PMXD
Gunawan Hendra Aprida [1][INA]
Vita Marissa[INA]
-
[INA] Markis Kido
[INA] Lita Nurlita



  2.Followed byXD
Ikeda Shintaro [7][JPN]
Shiota Reiko[JPN]
-
[MAS] Ong Jian Guo
[MAS] Chong Sook Chin



  3.Followed byMD
Wiratama Yohan Hadikusumo [8][HKG]
Wong Wai Hong[HKG]
-
[INA] Pratama Angga
[INA] Saputro Rian Agung



  4.Followed byWD
Melati Nadya[INA]
Vita Marissa[INA]
-
[NED] Jonathans Lotte [8]
[NED] Van Dooremalen Paulien



  5.Followed byMD
Candra Wijaya[INA]
Luluk Hadiyanto[INA]
-
[INA] Hendra Setiawan
[INA] Markis Kido



Stadium Bandaraya Johor Bharu - 4
  1.Starting at 6:30 PMXD
Fitriawan Devin Lahardi[INA]
Liliyana Natsir[INA]
-
[MAS] Chan Peng Soon [4]
[MAS] Goh Liu Ying



  2.Followed byMS
Muhammad Hafiz Hashim [6][MAS]
-
[MAS] Wong Choong Hann [4]



  3.Followed byWS
Pi Hongyan [1][FRA]
-
[THA] Ponsana Salakjit [5]



  4.Followed byMS
Hu Yun [5][HKG]
-
[INA] Taufik Hidayat [2]



  5.Followed byMD
Gunawan Hendra Aprida[INA]
Yulianto Alvent Chandra[INA]
-
[MAS] Gan Teik Chai [6]
[MAS] Tan Bin Shen