Kamis, 25 Februari 2010

Gasak Thailand 5-0, Tim Uber Indonesia Pimpin Grup X

JAKARTA, Kompas.com - Indonesia menggasak Thailand 5-0 pada partai krusial kualifikasi Grup X Piala Uber zona Asia di komplek olahraga Nakhon Ratchasima, Kamis (25/2/10). Dua wakil terakhir, pasangan Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir serta Aprilia Yuswandari, menekuk lawan-lawan mereka dalam duel yang tak menentukan lagi.

Sebelum Shendy/Liliyana dan Aprilia tampil, sebenarnya tim Uber Indonesia sudah memastikan diri maju ke semifinal karena unggul 3-0 lewat poin yang dipersembahkan tunggal pertama Adriyanti Firdasari, ganda Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari dan tunggal kedua Maria Kristin Yulianti. Meskipun demikian, dua wakil terakhir ini pun tampil penuh semangat untuk melibas tuan rumah.

Dengan kemenangan telak tersebut, Indonesia kini memimpin klasemen sementara Grup X, menggeser Korea Selatan yang juga telah meraih tiket semifinal. Jika ingin mempertahankan posisinya, besok Firdasari dan kawan-kawan harus memenangi partai pamungkas melawan Korea.

Pasalnya, jika menjadi juara grup maka Indonesia mungkin terhindar dari lawan berat di semifinal nanti, karena bertemu dengan runner-up Grup Y, yang mungkin ditempati oleh Taiwan atau India. Tetapi bila gagal dan berada di urutan dua, maka Indonesia bakal bertemu Jepang, yang kini memimpin Grup Y.

Tiga tim terbaik di babak empat besar kualifikasi zona Asia ini akan mendapat tiket ke putaran final Piala Uber di Malaysia pada bulan Mei mendatang. Sementara itu, peringkat empat harus beradu kekuatan lagi dengan tim peringkat empat zona Eropa, untuk memperebutkan satu tiket tersisa.

Tim Thomas Indonesia Bertemu Jepang di Semifinal


JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Thomas Indonesia akan berhadapan dengan Jepang pada semifinal kualifikasi zona Asia, Jumat (26/2/2010). Kepastian ini terjadi setelah Jepang mengalahkan Taiwan 3-1 dalam duel babak perempat final di kompleks olahraga Nakhon Ratchasima, Kamis (25/2/2010).

Jepang langsung memimpin 2-0 setelah tunggal pertamanya, Kenichi Tago, menangstraight set 21-14, 21-12 atas Hsieh Yu Hsin. Setelah itu, ganda pertama Hirokatsu Hashimoto/Noriyasu Hirata menggandakan keunggulan tim "Negeri Sakura" tersebut seusai bertarung tiga set melawan Chen Hung Ling/Lin Yu Lang yang dimenangkan dengan 21-11, 19-21, 22-20.

Pada partai ketiga, Taiwan bisa mencuri poin untuk mengubah skor menjadi 2-1. Tunggal keduanya, Hsueh Hsuan Yi, berhasil menaklukkan Kazushi Yamada dengan 21-17, 21-16 dalam duel selama 34 menit untuk menguak harapan mereka mencuri poin lagi sehingga bisa menyamakan kedudukan.

Namun di partai keempat, ganda kedua Jepang tampil sangat perkasa. Kenta Kazuno/Kenichi Hayakawa yang tampil agresif hanya perlu waktu 22 menit untuk menang dua set langsung 21-17, 21-15 atas Fang Chieh Min/Lee Sheng Mu, sekaligus memastikan Jepang menang 3-1 dan lolos ke semifinal untuk bertemu Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia sudah lebih dulu meraih tiket ke babak empat besar setelah menang telak 3-0 atas tuan rumah Thailand. Taufik Hidayat mengawali perjalanan mulus tim Merah Putih dan disusul ganda Markis Kido/Alvent Yulianto Chandra, sebelum tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro memastikan Indonesia menang 3-0.

Maria Menang, Tim Uber Indonesia Juga ke Semifinal


NAKHON RATCHASIMA, Kompas.com - Tim Uber Indonesia mengikuti jejak tim Thomas untuk memastikan satu tiket ke semifinal babak penyisihan zona Asia. Kepastian ini didapat setelah Adriyanti Firdasari dan kawan-kawan menang atas tuan rumah Thailand di komplek olahraga Nakhon Ratchasima, Kamis (25/2/10).  
Kristin kita naikkan karena peluangnya untuk menang atas Jindapon lebih besar
-- Marleve Mainaky, Pelatih Tunggal Putri
Dengan kemenangan ini, posisi Indonesia berada di urutan kedua di Grup X. Meski masih menyisakan satu pertandingan lagi, posisi Indonesia di dua besar tidak akan tergeser, karena sebelumnya mencatat kemenangan atas Singapura dan Sri Lanka.  
Pada pertandingan terakhir, Jumat (26/2/10), Indonesia akan berhadapan dengan Korea Selatan. Pertandingan ini hanya akan menentukan siapa yang bakal jadi juara grup.  
Firdasari membuka keunggualan dengan mengalahkan tunggal pertama Thailand Ratchanok Inthanon 21-10, 29-27. Pasangan Greysia Polii/ Nitya Krishinda Maheswari menggandakan keunggulan Indonesia. Mereka menang dua game langsung 21-16, 21-17 atas pasangan Savitree Amitapai/Vacharoporn Munkit.  
Kemenangan Indonesia akhirnya dipastikan Maria Kristin Yulianti yang mengalahkan Nichaon Jindapon 21-13, 16-21 dan 21-10. Kristin sebenarnya merupakan pemain tunggal ketiga. Namun tim Indonesia memasang strategi dengan tidak memainkan tunggal kedua, yakni Maria Febe Kusumastuti.  
Karena Febe tidak main, maka Kristin naik jadi tunggal kedua. Sementara tunggal ketiga diisi Aprilia Yuswandari. Strategi ini memang untuk mengamankan poin. Soalnya, Ratchanok dan Jindapon saat lawan Korea bisa menang.
"Kristin kita naikkan karena peluangnya untuk menang atas Jindapon lebih besar," kata pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky.  
Meski masih ada dua partai lagi, namun sudah tidak menentukan.

Sony Antar Tim Thomas Indonesia ke Semifinal


NAKHON RATCHASIMA, Kompas.com - Tim Tomas Indonesia memastikan satu tiket ke semifinal babak penyisihan zona Asia. Tim merah putih tanpa kesulitan mengalahkan tuan rumah Thailand 3-0 di kompleks olahraga Nakhon Ratchasima, Kamis (25/2/10).  
Taufik Hifayat membuka keunggualan dengan mengalahkan tunggal pertama Thailand Tanongsak Saensomboonsuk 21-15, 21-19. Pasangan Markis Kido/ Alvent Yulianto menggandakan keunggulan Indonesia setelah  menang dua game langsung 21-12, 21-16 atas pasangan Patipat Chalardchalem/Thitipong Lapoe.  
Kemenangan Indonesia akhirnya dipastikan tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro yang mengalahkan Suppanyu Avihingsanon 21-10, 21-12. 
Berbeda dengan babak penyisihan, babak perempat final tidak perlu memainkan lima partai, jika ada salah satu tim yang sudah merebut tiga angka kemenangan. Di semifinal, Indonesia menunggu pemenang antara Jepang dan Taiwan. Saat berita ini diturunkan, Jepang sudah unggul 2-0.

Greysia/Nitya Bawa Tim Uber Unggul 2-0

JAKARTA, Kompas.com - Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari membuat tim Uber Indonesia unggul 2-0 atas Thailand pada kualifikasi Grup X yang digelar di Kompleks olahraga Nakhon Ratcahsima, Kamis (25/2). Dalam laga tersebut, ganda pertama Indonesia ini menang straight set 21-16, 21-17.

Dengan demikian, Indonesia untuk sementara unggul 2-0 atas tuan rumah. Pasalnya, pada partai pertama yang menampilkan tunggal putri, Adriyanti Firdasari juga menang dua set langsung 21-10, 29-27 atas Ratchanok Inthanon.

Kini, harapan tertuju kepada tunggal kedua, Maria Kristin Yulianti, yang akan tampil di partai ketiga. Peraih medali perunggu Olimpiade Beijing 2008 tersebut akan ditantang Jundapon Nichaon. Jika Maria Kristin menang, maka Indonesia dipastikan akan lolos ke semifinal untuk mendampingi Korea Selatan yang saat ini memuncaki klasemen sementara.

Dalam partai menghadapi Thailand ini, Indonesia menurunkan Shendy Puspa Irawati/Liliyana Natsir di ganda kedua, dan Aprilia Yuswandari yang menjadi tunggal ketiga, akan tampil di partai pamungkas. Selain Korea, Thailand menjadi rival terberat Indonesia di Grup X dalam memperebutkan dua tiket ke semifinal.

KUALIFIKASI PIALA UBER ZONA ASIA Firdasari Main Cerdas


NAKHON RATCHASIMA, Kompas.com - Adriyanti Firdasari tampil lebih cerdas saat menghadapi tunggal pertama Thailand, Ratchanok Inthanon di babak penyisihan Grup X yang digelar di Kompleks olahraga Nakhon Ratcahsima, Kamis (25/2). Firda menang dua game 21-10, 29-27.  
Kemenangan ini membuka keunggulan 1-0 tim Indonesia atas Thailand. Firda tampak sangat siap menghadapi Ratchanok, yang kondisi fisiknya sudah terkuras saat mengalahkan pemain Korea Selatan, Rabu malam.  
Firda bermain sabar dengan permainan relinya. Bolanya yang mengarah ke depan dank e belakang cukup menguras tenaga Ratcahnok. Game pertama realtif tidak sulit bagi Firda dan bisa diselesaikan dengan cepat 21-10.  
Pada game kedua, pertandingan berjalan lebih alot. Ratchanok mulai meladeni permainan Firda dan beberapa kali memenangkan angka lewat permainan net yang menyilang. Ratcahnok bahka terus memimpin meski ditempel Firda.  
Ratchanok yang didukung penonton tuan rumah mencapai angka 20 terlebih dahulu, sebelum disamakan Firda. Di sinilah drama pertandingan terjadi. Ratchanok yang beberapa kali berpeluang menghabisi pertandingan selalu berhasil digagalkan Firda.  
Upaya Ratchanok bahkan cukup keras karena beberapa kali harus tersungkur di lapangan untuk menyelamatkan bola. Namun, faktort stamina juga yang akhirnya menentukan. Ratchanok tak berdaya memperpanjang permainan saat Firda memimpin 28-27. Firda mengakhiri pertandingan dengan smes keras ke sebelah kanan pertahanan Ratchanok.  
"Pertandingan game kedua sangat sulit. Dia terus memberi perlawanan. Saya sendiri berusaha untuk tidak membuat kesalahan dan bersyukur bisa menang," kata Firda.  
Bagi Firda, kemenangan ini sekaligus membalas kekalahannya saat menghadapi Ratchanok di SEA Games XXV di Laos bulan Desember 2009 lalu.

Kido/Alvent Bawa Kemenangan Kedua


JAKARTA, Kompas.com - Ganda dadakan Markis Kido/Alvent Yulianto mengalahkan Chalardchaleam Patipat/Lapoe Thitipong untuk membawa tim Piala Thomas Indonesia unggul 2-0 atas Thailand.
Dalam pertandingan perempatfinal kualifikasi Piala Thomas Zona Asia sdi Nakhon Ratchasima ini, Kido/Alvent menang dalam dua game 21-12 21-16. Pasangan baru ini menang hanya dalam 18 menit.
Dengan kemenangan ini, tim Piala Thomas Indonesia sementara unggul 2-0 atas Thailand.  Sebelumnya tunggal putera Taufik Hidayat meraih poin pertama setelah mengalahkan  pemain Thailand, Sansomboonsuk Tanongsak  21-15 21-19.
Di partai ketiga, tunggal kedua Sony Dwi Kuncoro akan menghadapi pemian Thailand, Avihingsanon Suppanyu.

Taufik Bawa Indonesia Unggul 1-0


JAKARTA, Kompas.com - Pemain senior, Taufik Hidayat membawa tim Indonesia unggul 1-0 atas Thailand dalam kualifikasi Piala Thomas Zona Asia, Kamis (25/02/2010).
Taufik yang kini tidak lagi di pelatnas Cipayung mengalahkan tunggal pertama Thailand, Saensomboonsuk Tanongsak dalam dua game 21-15 21-19. Dalam pertandingan di Nakhon Ratchasima tersebut, Taufik mengakhiri perlawanan lawannya dalam 33 menit.
Di game pertama, pemain Thailand ini mampu mengimbangi Taufik. Dari 1-1, Taufik unggul 4-1 sebelum dikejar menjadi 6-6.  Setelah itu, Taufik selalu unggul, sejak 8-6, 9-7 hingga 17-14 dan mencapai game point 20-14.  Tanongsak sempat meraih satu poin sebelum Taufik menutup game pertama 20-15 dalam 13 menit.
Di game kedua, pemain Thailand memberi perlawanan lebih ketat.  Taufik dipaksa berkejaran hingga 10-9, 10-10 sampai 12-12. Peraih medali emas Olimpiade Atlanta 2004 ini kemudian selalu unggul tipis atas lawannya, sejak 14-13, 18-16, 19-17 dan match point 20-19. Taufik akhirnya mampu menutup pertandingan 21-15 21-19 dalam 33 menit.
Di partai kedua, Indonesia menurunkan pasangan baru Markis Kido/Alvent Yulianto yang akan menghadapi ganda Thailand, Chalradchaleam Patipat/Lapoe Thitipong.

Momentum Melawan Thailand

Kemenangan tim Uber Indonesia atas Singapura dan Sri Lanka menjadi modal yang bagus untuk membuka peluang lolos dari babak kualifikasi Grup X. Namun, momentum sesungguhnya akan terjadi Kamis malam ini, saat tim Merah Putih menghadapi tuan rumah Thailand.

Jika menang, tiket ke babak semifinal sudah berada dalam genggaman. Peluang untuk lolos ke putaran final Piala Uber di Malaysia pada Mei mendatang pun semakin terbuka. Namun, jika kalah, peluang untuk lolos semakin berat karena di laga berikutnya Indonesia harus menghadapi Korea Selatan.

Dari segi kekuatan, Korsel merupakan tim yang paling diunggulkan untuk menjuarai grup ini. Oleh karena itu, peluang terbesar Indonesia adalah mengalahkan Thailand.

Harapan Indonesia untuk menekuk Thailand cukup terbuka. Seperti diberitakan sebelumnya, konflik antara Asosiasi Bulu Tangkis Thailand (BAT) dan sejumlah pemainnya terkait masalah sponsor berakhir pahit. BAT meminta pemainnya untuk mengenakan atribut Yonex, perusahaan olahraga yang memiliki kontrak kerja sama dengan BAT, pada ajang ini. Namun, tidak semua pemain mau mengikuti keinginan BAT karena sudah terikat kontrak dengan sponsor lain, seperti Kumpoo dan Gosen.

Karena tidak mencapai titik temu dalam penyelesaian masalah ini, tim Uber Thailand akhirnya harus kehilangan enam pemain utamanya. Masalah yang sama juga terjadi di tim Thomas mereka.

Adapun keenam pemain utama putri Thailand yang absen adalah Salakjit Ponsana, Porntip Buranapresertsuk, Sapsiree Taerattanachai, Kunchala Voravichitchaikul, Duanganong Aroonkesorn, dan Saralee Thoungthongkam. Dengan absennya keenam pemain tersebut, otomatis kekuatan Thailand menjadi berkurang. Sebagian pemain mereka diisi pemain lapis kedua.

Meski demikian, tim Uber Indonesia tidak boleh lengah. Thailand masih memiliki pemain yang cukup berbahaya di tunggal, yakni Ratchanok Intanont. Karena Salakjit, Porntip, dan Sapsiree absen, Ratchanok yang sebelumnya menempati posisi pemain tunggal keempat (cadangan) akan naik menjadi tunggal pertama.

Dengan demikian, Ratchanok akan menghadapi tunggal pertama Indonesia, Adriyanti Firdasari. Walau dari peringkat dunia masih di atas Ratchanok, Adriyanti Firdasari pernah takluk di tangan Ratchanok pada SEA Games di Laos, Desember lalu.

Begitu pula di sektor ganda. Pasangan ganda pertama Indonesia Greysia Polii/Nitya Krishinda juga kalah di tangan ganda kedua Thailand, Savitree Amitrapai/Vacharaporn Munkit, di SEA Games Laos. Pasangan Thailand ini akan kembali menghadapi Greysia/Nitya karena akan menjadi ganda pertama, menggantikan posisi pasangan Kunchala Voravichitchaikul/Duanganong Aroonkesorn yang absen.

”Dari materi pemain, kekuatan Thailand memang berkurang dengan absennya enam pemain utama mereka. Ini menjadi keuntungan yang harus kita manfaatkan sebaik mungkin,” kata Wakil Ketua Umum PB PBSI I Gusti Made Oka.

Pelatih ganda putri, Aryono Miranat, sudah menyimpan dua pemain intinya Liliyana Natsir dan Greysia Polii saat menghadapi Sri Lanka kemarin malam. Harapannya, kedua pemain itu akan tampil lebih segar dengan tenaga yang lebih kuat saat menghadapi Thailand.

”Peluang menang di sektor ganda cukup terbuka. Greysia/Nitya memang pernah kalah di SEA Games Laos. Namun, ketika itu kondisi Nitya tidak 100 persen karena pergelangan tangannya cedera.,” kata Aryono.

Untuk tunggal putri, komposisi pemain sudah ditetapkan, yakni Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, dan Maria Kristin. Pelatih tunggal putri, Marleve Mainaky, cukup optimistis pemainnya bisa menyumbang angka untuk tim. 

Tim Uber Korea Kokoh di Puncak, Indonesia Geser Thailand

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Uber Korea Selatan memantapkan posisi sebagai pimpinan klasemen sementara Grup X kualifikasi zona Asia. Pada pertandingan melawan Thailand di Stadion Kompleks Olahraga Nakhon Ratchasima, Thailand, Rabu (24/2/10), Korsel menang 3-2.

Dengan demikian, Korea yang sudah menyelesaikan tiga pertandingan hampir pasti melangkah ke semifinal. Meskipun demikian, posisi mereka belum aman 100 persen karena Indonesia dan Thailand masih berpeluang mengandaskan ambisinya untuk meraih satu tiket dari grup ini.

Ya, Korea masih menyisakan satu pertandingan melawan Indonesia pada Jumat (26/2/2010). Akan tetapi, tim "Negeri Ginseng" bisa memastikan lolos sebelum melakoni partai pamungkas jika Indonesia yang kini menghuni peringkat dua mengalahkan Thailand pada laga krusial yang akan berlangsung besok.

Memang, pertandingan Indonesia vs Thailand memiliki arti yang sangat penting bagi kedua tim dalam mengejar satu tiket ke semifinal. Bagi Indonesia, kemenangan akan memastikan tim ke semifinal untuk mendampingi Korea sehingga duel Indonesia vs Korea hanya untuk menentukan juara grup. Adapun bagi Thailand, jika menang, maka mereka berpeluang besar lolos ke babak empat besar karena pada laga pamungkas pada hari Jumat nanti akan bertemu Singapura yang sudah pasti tersingkir.

Menghadapi Korea yang difavoritkan bakal lolos, Thailand lebih dulu meraih poin setelah tunggal pertama, Ratchanok Inthanon, menaklukkan Bae Seung Hee. Dalam pertarungan berdurasi 59 menit tersebut, Ratchanok menang 13-21, 21-13, 21-19.

Setelah itu, Korea bisa menyamakan kedudukan melalui ganda pertamanya, Lee Kyung Won/Lee Hyo Jung. Setelah berjuang selama 58 menit, Lee Kyung/Lee Hyo menaklukkan Amitapai Savitree/Munkit Vacharaporn dengan 22-20, 22-24, 21-16.

Pada partai tunggal kedua, Thailand kembali meraih poin untuk memimpin 2-1. Jindapon Nichaon dipaksa bermain tiga set selama 47 menit sebelum menang 18-21, 21-19, 21-13 atas Kim Moon Hi.

Namun, di dua partai tersisa, Korea bisa menyapu bersih. Ganda kedua Korea, Jung Kyung Eun/Kim Min Jung, menang straight set 21-9, 21-10 atas Ratchanok Inthanon/Wangpaiboonkij Pijitjan, disusul keberhasilan tunggal ketiga Bae Youn Joo yang juga menang dua set langsung 21-13, 21-8 atas Akkarakulchai Kewalin.