Selasa, 09 Maret 2010

info

Pebulutangkis Indonesia Awali Kualifikasi All England

Birmingham (ANTARA News) - Indonesia menurunkan empat pemain yang akan bertanding pada babak kualifikasi kejuaraan bulutangkis All England yang akan dimulai Selasa di Stadion INA Birmingham, Inggris.

Keempat pemain Indonesia yang diturunkan pada babak kualifikasi adalah tunggal putra Tommy Sugiarto, bersama Simon Santoso, sementara pada tunggal putri Atu Rosalina dan Adriyanti Firdasari.

Pebulutangkis Indonesia yang akan mengikuti kejuaraan bergengsi All England sejak Minggu berdatangan di bandara Birmingham minus Taufik Hidayat yang melakukan protes, karena kecewa dengan sikap Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Sebanyak 15 pemain dan ofisial di Kerajaan Inggris yang dijemput Syahada Guruh Langkah Samudera dari bagian Politik Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London bersama pengurus PBSI London, Henky dan Danu Wicaksana, koordinator Olahraga, Departemen Seni Budaya dan Olahraga Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Inggris Raya.

Kelimabelas pemain yang datang bersama manajer Aryono itu adalah Sony Dwi Kuncoro, Flandy Limpele, Nova Widianto, Luluk Hadiyanto, Alvent Yulianto, Hendra A Gunawan, Markis Kido, Joko Riyadi, Moh Rijal, Hendra Setiawan, Gresya Polii, Lilyana Natsir, Vita Marissa, Adriyanti Firdasari dan pemain non pelatnas Candra Wijaya.

Sementara itu, rombongan kedua yang tiba di Bandara Birmingham pada Senin sore setelah mengikuti kejuaraan Jerman Terbuka, antara lain Simon Santoso, Pia Zebadiah, dan Tommy Sugiarto termasuk dari Klub Djarum Kudus Sigit Budiarto, Frans Kurniawan, Eng Hian dan Rian Sukmawan dan menurut rencana juga akan tiba Tony Gunawan yang berpasangan dengan Candra Wijaya.

"Mengenai Taufik, dia seharusnya ikut rombongan awal, namun pada hari itu dia tidak ada," ujar Danu Wicaksono, mahasiswa Universitas Birmingham yang tengah mengambil Master di bidang Teknik Kimia yang mempertanyakan ketidakhadiran juara Olimpiade itu.

"Saya sempat menanyakan ke beberapa atlet, dan mereka menjawab mungkin menyusul," ujar Danu, yang mengkoordinir nonton bareng para pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di Kerajaan Inggris.

Keingintahuan Danu tentang ketidakhadiran Taufik, peringkat 13 dunia, dilakukannya dengan mencari informasi di situs resmi All England.

Sampai hari ini, nama Taufik masih ada dalam undian pertandingan, sementara itu nama-nama pemain yang mengundurkan diri sudah terpampang di papan pengumuman, ujarnya.

"Daftar pemain yang mengundurkan diri sudah banyak yang terpampang, tapi nama Taufik masih ada sampai hari ini," ujarnya.

Pada pertandingan babak kualifikasi para penonton tidak dipungut biaya sementara untuk pertandingan babak utama selama lima hari dijual tiket terusan seharga 29 pound untuk pelajar mahasiswa yang mendapat potongan 50 persen.

Sebanyak 40 pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Kerajaan Inggris (UK) telah memesan tiket terusan selama lima hari untuk memberikan dukungan kepada para pemain Indonesia, demikian Danu Wicaksana.

Pemaen denmark mundur
Kompas.com -
Mundurnya unggulan
lima asal Denmark
Joachim Fischer
Nielsen/Christinna
Pedersen seharusnya
memperingan langkah
pasangan Fran
Kurniawan/Pia
Zebadiah pada
turnamen Super series
All England.


"Saya tidak mau
berpikir terlalu jauh,
satu-persatu saja.
Tetapi calon lawan-
lawan kami memang
jadi lebih ringan," ujar
Fran yang dihubungi di
Jakarta, Selasa.


Oleh pelatih Richard
Mainaky, Fran/
Pia diharapkan mampu
mengalahkan pemain-
pemain unggulan dalam
turnamen yang digelar
di National Indoor
Arena, Birmingham itu.


Pasangan Denmark itu
menarik diri dari
turnamen bulu tangkis
tertua dan paling
bergengsi yang
berlangsung 9-14 Maret
tersebut karena Fischer
Nielsen cedera.


Fran/Pia berpeluang
bertemu juara
Denmark Super Series
itu pada putaran
kedua, namun karena
Fischer Nielsen cedera
posisi mereka
digantikan pasangan
Bulgaria Stiliyan
Makarski/Diana
Dimova yang mendapat
promosi dari babak
kualifikasi.


All England adalah
turnamen Super Series
kelima bagi Fran/Pia
dengan hasil terbaik
dicapai di Hong Kong
tahun lalu ketika
langkah mereka
dihentikan pasangan
Hendra AG/Vita
Marissa di
perempatfinal.


Pasangan tersebut
sebelumnya
menyisihkan unggulan
pertama sekaligus
juara Olimpiade Lee
Yong Dae/Lee Hyo Jung
asal Korea Selatan,
untuk maju ke babak
delapan besar.


Ganda campuran
peringkat 17 dunia
yang diharapkan dapat
memperkuat tim Asian
Games Indonesia itu
akan mengawali
langkah mereka di
Birmingham dengan
melawan pasangan
Inggris Anthony Clark/
Heather Olver, Rabu
(10/3).


Jika berhasil melalui
putaran pertama
dengan baik,
selanjutnya mereka
bertemu salah satu di
antara pasangan
Taiwan Lee Sheng Mu/
Chien Yu Chin --yang
pernah mereka
kalahkan di Hong
Kong-- atau pasangan
Bulgaria Makarski/
Dimova untuk
memperebutkan
tempat di
perempatfinal.


Pada babak delapan
besar, mereka
berpeluang mengulangi
perjumpaan dengan
juara Olimpiade Beijing
Lee Yong Dae/Lee Hyo
Jung dari Korea Selatan
yang menjadi unggulan
ketiga.


Sementara itu, peraih
medali perunggu
tunggal putri
Olimpiade, Maria
Kristin yang seharusnya
tampil pada babak
kualifikasi, Selasa,
batal berangkat karena
kakeknya meninggal.
Dengan demikian tidak
ada pemain Indonesia
yang mengawali
turnamen dari babak
kualifikasi.

JAKARTA - Babak
pertama All England
Super Series tahun ini
segera dimulai. Pebulu
tangkis Indonesia pun
dituntut all out jika tak
ingin angkat koper
lebih awal dari
National Indoor Arena,
Birmingham, Inggris,
Rabu (10/3/2010).


Penampilan all out
wajib dilakukan wakil
Indonesia di turnamen
berhadiah total
USD200.000 itu. Mereka
harus menunjukkan
penampilan terbaik
meski di atas kertas
diprediksi akan lolos ke
babak kedua.


Taufik Hidayat
misalnya, pebulu
tangkis asal Bandung,
Jawa Barat itu diyakini
tak akan kesulitan
menghadapi tunggal
putra Hong Kong Hu
Yun di babak pertama.
Prediksi itu lantaran
Taufik memiliki trek
rekor lebih baik
ketimbang lawan yang
belum pernah
ditemuinya tersebut.


Selain itu, optimisme
Taufik akan
memenangi
pertandingan atas Hu
Yun bukan karena
status unggulan
semata, tapi suami Ami
Gumelar itu memiliki
ambisi besar meraih
gelar di turnamen
tersebut. Semangat itu
kemungkinan akan
menjadi modal
utamanya akan meraih
tiket babak kedua.


Taufik memang sangat
berambisi meraih gelar
yang belum pernah
direbutnya. Itu menjadi
alasan kuat dirinya tak
akan menganggap
remeh setiap lawan,
termasuk Hu Yun yang
notabene memiliki
kualitas di bawahnya.
“ Saya akan tetap fokus
menghadapi siapa pun,
karena saya ingin
sekali menuntaskan
apa yang belum pernah
saya rasakan
sebelumnya, ” pungkas
Taufik dilansir situs
turnamen.


Sementara ganda putra
Markis Kido/Hendra
Setiawan juga
diprediksi akan melaju
ke babak kedua jika
merujuk pertemuan
mereka dengan
pasangan Jepang Naoki
Kawamae/Shoji Sato di
babak pertama.


Meski demikian,
Markis/Hendra yang
ditempatkan sebagai
unggulan ketiga nomor
ganda putra tak boleh
jemawa berlebihan.
Mereka harus kompak,
apalagi Hendra baru
dinyatakan pulih dari
demam berdarah.


Pelatih Ganda Putra
Pelatnas Cipayung Sigit
Pamungkas sependapat
jika Markis/Hendra tak
boleh over confident.
Dia ingin keduanya
kembali menemukan
ritme terbaik setelah
Hendra sempat absen
membela Indonesia di
babak Kualifikasi Piala
Thomas di Thailand
bulan lalu. (Edi
Yulianto/Koran SI) (acf)

JAKARTA - Babak
pertama All England
Super Series tahun ini
segera dimulai. Pebulu
tangkis Indonesia pun
dituntut all out jika tak
ingin angkat koper
lebih awal dari
National Indoor Arena,
Birmingham, Inggris,
Rabu (10/3/2010).


Penampilan all out
wajib dilakukan wakil
Indonesia di turnamen
berhadiah total
USD200.000 itu. Mereka
harus menunjukkan
penampilan terbaik
meski di atas kertas
diprediksi akan lolos ke
babak kedua.


Taufik Hidayat
misalnya, pebulu
tangkis asal Bandung,
Jawa Barat itu diyakini
tak akan kesulitan
menghadapi tunggal
putra Hong Kong Hu
Yun di babak pertama.
Prediksi itu lantaran
Taufik memiliki trek
rekor lebih baik
ketimbang lawan yang
belum pernah
ditemuinya tersebut.


Selain itu, optimisme
Taufik akan
memenangi
pertandingan atas Hu
Yun bukan karena
status unggulan
semata, tapi suami Ami
Gumelar itu memiliki
ambisi besar meraih
gelar di turnamen
tersebut. Semangat itu
kemungkinan akan
menjadi modal
utamanya akan meraih
tiket babak kedua.


Taufik memang sangat
berambisi meraih gelar
yang belum pernah
direbutnya. Itu menjadi
alasan kuat dirinya tak
akan menganggap
remeh setiap lawan,
termasuk Hu Yun yang
notabene memiliki
kualitas di bawahnya.
“ Saya akan tetap fokus
menghadapi siapa pun,
karena saya ingin
sekali menuntaskan
apa yang belum pernah
saya rasakan
sebelumnya, ” pungkas
Taufik dilansir situs
turnamen.


Sementara ganda putra
Markis Kido/Hendra
Setiawan juga
diprediksi akan melaju
ke babak kedua jika
merujuk pertemuan
mereka dengan
pasangan Jepang Naoki
Kawamae/Shoji Sato di
babak pertama.


Meski demikian,
Markis/Hendra yang
ditempatkan sebagai
unggulan ketiga nomor
ganda putra tak boleh
jemawa berlebihan.
Mereka harus kompak,
apalagi Hendra baru
dinyatakan pulih dari
demam berdarah.


Pelatih Ganda Putra
Pelatnas Cipayung Sigit
Pamungkas sependapat
jika Markis/Hendra tak
boleh over confident.
Dia ingin keduanya
kembali menemukan
ritme terbaik setelah
Hendra sempat absen
membela Indonesia di
babak Kualifikasi Piala
Thomas di Thailand
bulan lalu. (Edi
Yulianto/Koran SI) 



Maria Kristin Batal ke All England karena Kakeknya Wafat

TEMPO Interaktif, Jakarta - Maria Kristin Yualinti, pemain tunggal putri Indonesia, batal mengikuti All England di Birmingham, Inggris, pada 9-14 Maret. Peraih perunggu Olimpiade Beijing 2008 ini urung berangkat karena kakeknya meninggal dunia. Selasa besok, Maria Kristin seharusnya bertanding melawan Maja Tvrdy dari Slovakia pada babak kualifikasi pertama.

"Maria tidak berangkat di kejuaraan All England karena kakenya meninggal dunia," kata Lius Pongoh, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia, kepada Tempo, Senin (8/3). Namun, Lius menambahkan semua pemain pelatnas yang sudah didaftarkan telah berada di Inggris.

Batalnya Maria Kristin membuat pemain tunggal putri wakil pelatnas Cipayung hanya menyisakan Adriyanti Firdasari yang kini bertengger di peringkat 20 dunia. Pada babak pertama, Rabu (10/3), Firda akan berhadapan dengan Chen Wong dari Hongkong yang peringkatnya di bawahnya tiga tingkat.

Maria Febe Kusumastuti, yang belum resmi masuk Pelatnas, juga maju ke kejuaraan ini mewakili PB Djarum. Di babak pertama, Febe akan langsung berhadapan dengan Shixian Wang, pemain China yang mempunyai peringkat 9 dunia.

Di nomor tunggal putra, pebulu tangkis Indonesia Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, dan Dyonisius Hayom Rumbaka akan beradu kekuatan melawan pebulutangkis unggulan negara lain. Babak pertama, Taufik akan bertemu dengan Yu Hu dari Hongkong. Peluang Taufik menang sangat tinggi karena Yu Hu berada 13 tingkat di bawahnya.

Sedangkan Sony berhadapan dengan Pengyu Du yang peringkatnya dibawahnya, 21. Apabila Sony menang, di babak kedua kemungkinan bertemu dengan Lee Chong Wei, pebulutangkis asal Malaysia yang menduduki peringkat pertama dunia sekaligus unggulan pertama. Simon yang berada di peringkat 12 akan bertanding melawan Choong Han Wong, peringkat 14 dari Malaysia. Hayom langsung bertemu dengan unggulan ketiga Jin Chen dari China.

Sementara di ganda putra, pebulu tangkis Indonesia yang akan berlaga, yaitu Alvent Yulianto Chandra/Hendra Aprida Gunawan, Yonathan Suryatama Dasuki/Rian Sukmawan, Muhammad Ahsan/Bona Septano, dan Markis Kido/Hendra Setiawan.

Kido/Hendra menjadi unggulan ketiga. Peraih emas Olimpiade Beijing 2008 ini akan berhadapan dengan pasangan Naoki Kawamae/Shoji Sato dari jepang di babak pertama. "Mudah-mudahan kami bisa melewati babak pertama," kata Hendra yang belum lama sembuh dari penyakit demam berdarah. Menurut Hendra, lawan yang berat adalah dari Korea dan Malaysia.

Di nomor ganda putri, Indonesia diwakili oleh dua pasangan yang baru dibentuk Aryono Minarat, pelatih ganda putri Pelatnas Cipayung, yaitu Meliana Jauhari/Greysia Polii dan Shendy Puspa Irawati/Nitya Krishida Maheswari. Menurut Aryono, kemungkinan Shendy/Nitya akan lebih panjang perjalanannya daripada Meliana/Polii karena musuh yang dihadapi Shendy/Nitya lebih ringan yaitu pasangan dari India. Sedangkan, Meliana/Polii akan langsung bertemu pasangan Malaysia yang menjadi unggulan empat pada babak pertama.

Pasangan ganda campuran Nova Widianto/Liliyana Natsir yang pernah menjadi finalis All England 2008 akan kembali beradu kekuatan. Nova/Liliyana mendapatkan posisi yang sedikit menguntungkan karena berada di pool bawah dan tidak langsung bertemu dengan pasangan China. "Hasil drawing sedikit menguntungkan karena tiga pasangan China ada di pool atas," kata Liliyana.

Pasangan campuran, Frans Kurniawan Teng/Pia Zebadiah Bernadet juga akan diturunkan. "Frans/Pia tidak dibebani target," kata Richard Mainaky. Tumpuan harapan emas All England, kata Richard kemungkinan bisa diraih oleh Nova/Liliyana.

RINA WIDIASTUTI

ALL ENGLAND 2010; SAATNYA INDONESIA MERAIH JUARA!!!

Perjuangan pemain-pemain Indonesia untuk dapat meraih gelar di turnamen tertua Bulutangkis All England tahun 2010 seperti tahun-tahun sebelumnya semakin berat kalau di lihat dari drawing yang telah di rilis. All England 2010 yang akan berlangsung sejak 9-14 Maret 2010 dipastikan di hadiri oleh para pemain top dunia seperti Lee Chong Wei, Lin Dan dan juga pemain-pemain putri China. Setelah berhasil mengantongi tiket final Thomas & Uber Cup ke Malaysia, tim Indonesia semakin percaya diri, apalagi bagi tim putri khususnya pernah berhasil memangkas Korea dengan 4-1 meski di final harus kalah 2-3, akan tetapi membuat pemain-pemain Indonesia yang dikirim ke All England akan semakin percaya diri. Sementara itu pemain-pemain China dan Malaysia lebih di untungkan di All england ini, karena dua negara tersebut tidak harus menguras keringat untuk kualifikasi Thomas dan Uber Cup.

Perjuangan pemain-pemain Indonesia yang sudah haus akan gelar All England cukup berat, mengingat dari drawing yang ada, pemain-pemain Indonesia sudah harus berhadapan dengan lawan tangguh di babak-babak awal.

Tunggal Putra

Bagi tunggal putra sendiri, Indonesia yang menurunkan Sony Dwi Kuncoro, Taufik Hidayat, Simon Santoso dan pemain Djarum Dyonisius Hayom Rumbaka, dari drawing yang akan di mainkan berada di dalam satu pul, kecuali Dyonisius yang berada di pul yang berbeda. Berada di satu pul, tentu saja tidak menguntungkan bagi pemain Indonesia, karena mereka harus berjibaku untuk dapat lolos dengan saling mengalahkan satu sama lain.

Sony Dwi Kuncoro, yang merupakan tunggal pratama di pelatnas kali ini di babak pertama harus dapat mengalahkan Du Pengyu (CHN) untuk dapat melangkah ke babak kedua, yang di pastikan akan bertemu Lee Chong Wei(MAS). Jika lolos dari Chong wei, Sony berpeluang bertemu Taufik Hidayat/Simon Santoso di semifinal. Sementara itu Taufik Hidayat, di babak pertama harus bermain untuk menghadapi Yun Hu (HKG). Taufik Hidayat kemungkinan akan mampu melangkah mulus hingga ke perempat final. Kemungkinan lawan Taufik di perempat final adalah Simon Santoso yang di prediksi akan lolos ke perempat final jika di babak kedua mampu mengalahkan Peter Heog Gade (DEN).

Sementara itu tunggal putra Indonesia Dyonisius Hayom Rumbaka di babak pertama sudah harus bertemu dengan Chen Jin (CHN) yang juga merupakan unggulan ketiga.

Tunggal Putri

Keberadaan tunggal putri Indonesia di All England ini bisa di katakan sebagai ajang mencari pengalaman. Tidak adanya tunggal putri yang mumpuni, menyebabkan Indonesia tidak memasang target terlalu tinggi untuk tunggal putri. Indonesia menurunkan Adriyanti Firdasari, Maria Febe Kusumastuti, Maria Kristin Yulianti. Adriyanti Firdasari di babak pertama sudah harus berjibaku dengan pemain veteran Wang Chen (HKG) untuk dapat meraih tiket ke babak berikutnya. Jika bisa lolos dari hadangan Wang Chen, dibabak kedua sudah menunggu pemenang antara Zhou Mi (HKG) vs Ji Hyun Sung (KOR). Sementara itu Maria Febe Kusumastuti di babak pertama juga sudah bertemu dengan pemain CHina Wang Shixian.

Sementara itu peraih medali perunggu olimpiade Beijing 2008 Maria Kristin Yulianti harus berjuang melalui kualifikasi untuk dapat meraih tiket babak utama. Semoga saja tunggal putri Indonesia akan mampu berbicara banyak di ajang ini.

Ganda Putra

Indonesia masih menaruh harapannya di tangan Markis Kido/Hendra Setiawan untuk dapat meraih gelar All England, meski mereka bukan lagi pemain pelatnas, namun mereka akan tetap membawa nama Indonesia dalam setiap pertandingan. Langkah Markis Kido/Hendra Setiawan kemungkinan akan mulus hingga ke perempat final. Selanjutnya lawan Markis/Hendra di perempat final kemungkinan adalah Chong Tan Fok/Lee Wan Wah (MAS) ataupun juga Rian Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki.

Indonesia menempatkan empat wakilnya di ganda putra melalui Markis Kido/Hendra Setiawan, Alvent Yulianto/Hendra A Gunawan, RIan Sukmawan/Yonathan Suryatama Dasuki dan pasangan M. Ahsan/Bona Septono.

Peluang pemain ganda putra untuk meraih juara cukup terbuka mengingat lawan-lawan yang akan dihadapi juga setara dengan kemampuan Indonesia, meski harus tetap mewaspadai kekuatan Malaysia dan Korea yang unggul di nomor ganda putra.

Ganda Putri

Di ajang All England 2010 ini, Indonesia merombak pasangan ganda putri Indonesia. Greysa Polii yang biasa berpasangan dengan Nitya Khrisinda Maheswari kali ini akan berpasangan dengan Meiliana Jauhari. Perombakan ini didasarkan akan pertandingan kualifikasi Uber Cup di Thailand 2 pekan silam, dimana Greys dapat berpadu untuk berpasangan dengan Meiliana Jauhari. Sementara itu pasangan Meiliana Jauhari, Shendy Puspa Irawati kali ini dipasangkan dengan Nitya Krishinda Maheswari.

Namun demikian lawan yang akan di hadapi sudah merupakan lawan tangguh di babak awal. Greysa Polii/Meiliana Jauhari di babak pertama sudah harus berjibaku dengan unggulan pertama Wong Pei Tty/Eei Hui CHin (MAS) untuk dapat meraih tiket babak kedua. Sementara Nitya Krishinda/Shendy Puspa di babak pertama akan berhadapan dengan Jwalla Gutta/Ashwini Ponappa (IND). Nitya/Shendy kemungkinan akan dapat menghadapi pemain ganda putri India tersebut untuk dapat bertemu dengan Lee Kyung Won/Jung eun Ha (KOR).

Ganda Campuran

Di ganda campuran, sayang sekali Indonesia hanya menurunkan Nova Widianto/Lilyana Natsir yang seharusnya sudah tidak dipasangkan lagi. Namun demikian, beban tetap di berikan pada pasangan tersebut untuk dapat meraih juara. Sementara satu pasangan lagi adalah Hendra A Gunawan/Vita Marissa. Namun demikian persaingan di ganda campuran cukup berat.

Indonesia sudah haus dengan gelar All England yang sudah lama tidak ada satupun pemain-pemain Indonesia yang meraih gelar di Inggris tersebut. Tahun 2010 saatnya pemain Indonesia membuktikan diri bahwa kita bisa, Garuda didadaku, Merah Putih benderaku. Indonesia Tanah Airku. Merdeka!!!


Kido/Hendra Bertekad Perbaiki Hasil di All England


Jakarta (ANTARA News) - Ganda putra juara Olimpiade Beijing 2008 Markis Kido/Hendra Setiawan bertekad memperbaiki hasil yang pernah mereka capai saat pasangan tersebut kembali tampil dalam turnamen Super Series All England.

"Di All England saya optimistis bisa juara," ujar Hendra di sela-sela peluncuran seragam baru mereka serta logo baru Flypower di Jakarta, Jumat petang.

Keyakinan akan memperoleh hasil maksimal juga disampaikan Kido yang pekan lalu ikut mengantarkan tim putra Indonesia menjuarai kualifikasi Piala Thomas zona Asia.

"Untuk All England saya optimistis bisa juara di sana," kata Kido yang bersama Hendra terakhir kali tampil dalam kejuaraan bulu tangkis tertua itu pada 2008 saat mereka tersingkir di putaran kedua.

Tahun lalu mereka absen karena Kido menderita cedera lutut kiri.

"Kami belum pernah juara di sana, hasil terbaik hanya sampai putaran kedua, karenanya kami ingin juara," tambah Kido yang tidak akan didampingi pelatih saat bertanding di Birmingham, Inggris, 9-14 Maret.

Mengenai kondisi kesehatannya setelah pertengahan bulan lalu terkena demam berdarah, Hendra mengatakan, meskipun belum pulih sepenuhnya namun sudah mencapai 80 persen.

"Kadang-kadang masih pusing," katanya seraya menambahkan bahwa ia sudah berlatih kembali pada 10 hari terakhir.

Pada turnamen All England yang diselenggarakan untuk ke-100 kalinya itu, Kido/Hendra yang menjadi unggulan ketiga akan menghadapi pasangan Jepang Naoki Kawamae/Shoji Sato pada putaran pertama.

Jika lolos ke putaran kedua, mereka akan bertemu pasangan yang lolos kualifikasi, sedangkan di perempatfinal berpeluang jumpa unggulan delapan Choon Tan Fook/Lee Wan Wah dari Malaysia dan pasangan Indonesia lainnya Yonatan Suryatama/Rian Sukmawan.

Jika langkah mereka mulus, di semifinal mereka kemungkinan bertemu unggulan pertama Koo Kien Keat/Tan Boon Heong dari Malaysia atau mungkin juga pasangan Alvent Yulianto/Hendra AG.

Penampilan mereka di All England 2010 adalah penampilan perdana dalam turnamen Internasional bersama sponsor baru mereka Flypower.

CEO Flypower Hariyanto Arbi berharap dipakainya produk tersebut oleh pasangan Kido/Hendra bisa membawa produk dalam negeri itu semakin mendunia.

Acara peluncuran seragam dan logo baru yang digelar di sebuat pusat perbelanjaan itu juga diwarnai pertandingan dua lawan tiga antara pasangan Kido/Hendra melawan mantan-mantan juara dunia, yakni Hariyanto Arbi, Ricky Subagja dan Sigit Budiarto.

Pertandingan dua set yang cukup menghibur penonton itu berakhir dengan skor 21-14, 20-22 bagi Kido/Hendra.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar